Senin, 13 Juni 2011

Juara Kontes Robot Nasional 2011 di UGM

HASIL FINAL KONTES ROBOT NASIONAL KRCI, KRI & KRSI 2011

Puluhan robot dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia bertanding dalam Kontes Robot Nasional yang diselenggarakan di Grha Shaba Pramana UGM pada 11 dan 12 Juni 2011 ini. Acara yang bertema "Jogja Robot Under Attack" menampilkan 101 tim yang mewakili jawara-jawara robot dari seluruh daerah di Indonesia.

Mereka telah berhasil lolos dalam babak penyisihan yang diselenggarakan di lima region Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan serta Indonesia Timur.

Hasil Final KRCI Beroda 2011:

Juara 1: Hamazar (Institut Teknologi Telkom Bandung)
Juara 2: R2C-Deus Vult (Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga)
Juara 3: Warfire (Universitas Gadjah Mada)
Juara Harapan : Rahwana (Politeknik Negeri Bandung)
Best Design : R2C-Deus Vult (Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga)
Best Algorithm : Warfire (Universitas Gadjah Mada)

————————————

Hasil Final KRCI Berkaki:

Juara 1: Aqabah (Institut Teknologi Bandung)
Juara 2: Barelang 2.1 (Politeknik Negeri Batam)
Juara 3: Revecto (Universitas Indonesia)
Juara Harapan : Yaca Randa 04 (Universitas Gadjah Mada)
Best Design : Dome (Universitas Muhammadiyah Malang)
Best Algorithm : Aqabah (Institut Teknologi Bandung)

————————————

Hasil Final KRCI Battle 2011:

Juara 1: E-1205 (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
Juara 2: Barelang 4.1 (Politeknik Negeri Batam)
Juara 3: Al-Aadiyat (Universitas Negeri Yogyakarta)
Juara Harapan : R2C-R7 (Universitas Kristen Satya Wacana)
Best Design : E-1205 (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
Best Algorithm : Al-Aadiyat (Universitas Negeri Yogyakarta)

————————————

Hasil Final KRSI 2011:
Juara 1: *Pandji Asmorobangun (Universitas Indonesia)
Juara 2: Satria 177 (Institut Teknologi Telkom Bandung)
Juara 3: BE-MASK2 (SMIT Teknokrat Bandar Lampung)
Juara Harapan: Lanange Jagad (Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)
Best Design: Gamaro (Universitas Gadjah Mada)
Best Algorithm: Gamaro (Universitas Gadjah Mada)
*:menurut saya yang ini juaranya TIDAK Fair karena dari segi jarak yang ditempuh robot satria177 dari it telkom sudah menempuh 2 checkpoint sedangkan robot dari UI sama sekali belum menempuh checkpoin.Karena jurinya dosen UI ,mungkin malu kali kalo UI gak dapet juara jadi terpaksa mengumumkan UI yang juara ,biasanya juri sehabis mengumumkan juara lalu memberikan alasannya, sedangkan u/ yg KRSI ini setelah juri mengumumkan siapa yang juaranya juri lamgsung pulang.terus yang lebih gak masuk akal setelah dosen pembimbing it telkom protes jawaban dari juri hanyalah "pengumuman yang sudah dikeluarkan tidak dapat ditarik kembali" Benar-benar Konspirasi.
————————————

Hasil Final KRI 2011:
Juara1: Barelang 5.1 (Politeknik Negeri Batam)
Juara2: P-next (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
Juara 3: Harm-vv (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
Juara Harapan: Blue Deep (Universitas Budi Luhur Jakarta)
Best Design: P-Next (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
Best Algorithm: Hatm-vv (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)

JUARA UMUM Kontes Robot Nasional 2011 :

No.Perguruan Tinggi-Gold-Silver-Bronze-Total
1. Politeknik Negeri Batam-1-2-0-3
2. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-1-1-0-2
3. Institut Teknologi Telkom-1-1-0-2
4. Universitas Indonesia-1-0-1-2
5. Institut Teknologi Bandung-1-0-0-1
6. Universitas Kristen Satya Wacana-0-1-1-2
7. Institut Teknologi Sepuluh November-0-0-1-1
8. STMIK Teknokrat Telkom Bandar Lampung-0-0-1-1

SELAMAT KEPADA PARA JUARA khususnya IT TELKOM…
Maju terus Robotika Indonesia… !

Senin, 16 Mei 2011

Selamat Datang Peserta KRI dan KRCI Regional 2
 
Diambil dari http://www.ittelkom.ac.id















Selamat  datang  peserta  KRI dan KRCI Regional 2.   Selamat datang  di Kawasan Pendidikan Telkom Bandung, tempat berlangsungnya Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Regional  II 2011. Kamis (12/5), peserta tiba di Politeknik Telkom untuk  melakukan  registrasi.
Menyambut kedatangan peserta,   tim panitia menggelar acara Welcome Party di  Rumah Makan Sari Sunda pukul 19.00 WIB. Selain peserta KRI dan KRCI, Welcome Party dihadiri oleh  Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Ir. Heroe Wijanto, MT, Direktur Politeknik Telkom, Ir. Budi Sulistio, MT, Para Dewan Juri, peserta  dan dosen pembina  dari perguruan tinggi asal peserta.
Tujuan diselenggarakannya final KRI-KRCI 2011 Wilayah II ini adalah untuk menentukan tim terbaik KRI-KRCI sebagai wakil dari Wilayah II untuk mengikuti kontes nasional KRI-KRCI di UGM Yogyakarta. Pemenang dari kontes nasional KRI-2011 akan berpeluang mewakili Indonesia dalam ABU Robocon 2011 di Bangkok, Thailand.
Pada kesempaatan tersebut, Dr. Ir. Wahidin Wahab, M.Sc, menyampaikan,
”Standar yang digunakan dalam kontes kali ini sama dengan standar kontes robot internasional. Pemenangnya akan  dilombakan di kontes internasional,”
Penjamuan peserta Welcome Party diisi dengan acara ramah tamah  sambil menikmati sajian makan malam  bersama.  Peserta akan  mengikuti serangkaian kegiatan kontes  tersebut berlangsung  selama  empat hari, Kamis-Minggu (12-14/5), mulai dari persiapan, pertandingan hingga acara penutupan nanti. Selama mengikuti kontes peserta akan menginap di asrama  gedung baru IT Telkom. Ketua pelaksnana KRI dan KRCI Regional 2, Iswahyudi Hidayat, ST.,MT, berharap kontes berlangsung lancar.
“KRI dan KRCI merupakan wadah pembinaan mahasiswa yang sarat akan keilmuan. Berkat kerjasama tim panitia yang solid, rangkaian acara KRI dan KRCI regional 2 dapat terselenggara,”
KRI dan KRCI Regional 2 adalah   merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Kementerian Pendidikan Nasional. Regional 2  meliputi perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. IT Telkom dan Politeknik Telkom   adalah tuan rumah bersama dalam penyelenggaraan KRI dan KRCI Regional 2.

Kamis, 07 April 2011

Bandung techno Park

Mengulas Bandung Techno Park

http://i257.photobucket.com/albums/hh205/poofybdg/bandungTechnoPark2.jpg

Awal tahun ini, kabar menggembirakan datang dari Bumi Parahyangan. Kalangan akademisi Institut Teknologi Telkom Bandung (ITTelkom) mengagas Bandung Techno Park. Tidak sepertihal techno park lainnya yang sudah dibangun di beberapa tempat di Tanah Air, BTP memfokuskan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK/ICT).

BTP dibangun diatas lahan seluas 5 hektar yang disediakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom, berlokasi di dalam kawasan pendidikan Telkom, tepatnya di Kampus Institut Teknologi Telkom, Terusan Buah Batu Dayeuhkolot Bandung. Dilengkapi 52 laboratorium TIK, dan sedikitnya terdapat 215 orang peneliti di bidang TIK. “Jumlahnya akan bertambah, bekerjasama dengan perguruan tinggi, kalangan akademisi serta peneliti lainnya,” papar Jangkung Rahardjo, Penanggung Jawab Bandung Techno Park.

http://farm3.static.flickr.com/2729/4440331558_2ac29a241e.jpg

Laboratorium-laboratorium tersebut dikelompokkan dalam Laboratorium Sistem Elektronika (4 lab), Laboratorium Sistem Jaringan dan Multimedia (3 lab), Laboratorium Pengolahan sinyal Informasi (3 lab), Laboratorium Transmisi Komunikasi (4 lab), Laboratorium Sistem Komunikasi (3 lab), Laboratorium Informatika Teori dan Pemograman (4 Lab), Laboratoria Rekayasa Perangkat Lunak dan Data (4 lab), Laboratoria Sistem Komputer dan Jaringan (4 Lab) , Laboratorium Rekayasa Industri (15 Laboratorium).

Menurut Rahardjo, Bandung Techno Park dirintis sejak 2006 melalui permohonan pada Dirjen Depperin. “Ide kami mengembangkan Techno Park khusus ICT,” papar Raharjo. Awal 2007, Departemen Perindustrian, melalui Dirjend IKM memberikan izin pada kalangan akademik ITTelkom mengembangkan UPT Telematika sekaligus memberikan hibah perangkat . Hingga 2009, Depperin kembali memberikan bantuan pembangunan Pusat Disain Telekomunikasi untuk memproduksi desain-desain sistem maupun perangkat telekomunikasi. Dua lembaga (UPT Telematika dan Pusat Desain Telematika) bantuan Departemen Perindustrian tersebut , menjadi cikal bakal Bandung Techno Park.

“UPT Telematika bertujuan untuk menumbuhkan dan membina industri kecil dan menengah di bidang ICT. Sedangkan, PDT nantinya akan lebih banyak kegiatan-kegiatan riset aplikatif,” ujarnya.

Bandung Techno Park memfokuskan 8 bidang, yaitu Research & Development, Vocational Training and Human Resource Certification, Consultaty, Facility Provider, Business Mediation, Technical & Business Information Center, Product Certification,dan Production Support

Rahardjo mengatakan riset-riset yang dihasilkan akan dikategorikan menjadi riset dasar dan terapan. Riset terapan akan dikembangkan di PDT (Pusat Desain Telematika) menjadi desain produk dan dibuatkan prototipe, dalam bentuk sistem maupun perangkat. “Secara tidak langsung paten akan tumbuh dengan subur dari sini. Prototipe-prototipe tersebut akan melalui prosedur sertifikasi hingga dinyatakan layak diproduksi massal,” ujarnya.

Kendati, dihasilkan prototype dengan spesifikasi tertentu, namun Rahardjo mengakui khusus teknologi ICT harus mampu mencapai standar nasional, dan Internasional. “Apalah artinya BTP bisa memproduksi prototipe sistem atau perangkat tetapi tidak penuhi standar sehingga tidak dapat digunakan masyarakat luas. Justru disinilah peran ABG (academician, business, goverment-red) tadi, khususnya pemerintah yang bertanggung jawab menetapkan aturan tersebut melalui badan standardisasi,” ujarnya.

BTP ditargetkan mampu menghasilkan prototipe per tahun yang siap diserap industri. Pada tahun ini (2010) ditargetkan kerjasama dengan 10 industri. Rahadjo mengatakan, BTP diharapkan bisa membantu menyerap investasi telekomunikasi di Indonesia untuk konten lokal. Tercatat saat ini investasi telekomunikasi di Indonesia sekitar Rp 300 triliun, namun baru 5 persen di antaranya yang dimanfaatkan oleh konten lokal.

“Dengan kebijakan pemerintah sekarang dimana lokal konten minimal 30 persen, memberikan harapan baru bagi produksi dalam negeri untuk mampu bersaing dengan produk luar,” ujarnya.

Investasi pembangunan BTP dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, kucuran dana mencapai Rp 9 miliar. Sedangkan pada 2011, direncanakan ditanamkan lagi sekitar Rp 17 miliar, dan pada 2012 sebesar Rp 31 miliar. Hingga 2013, investasi yang ditanamkan BTP akan mencapai 24 miliar.

Menurut Rahardjo, pendanaan pembangunan tahap awal bersumber dari Yayasan Pendidikan Telkom melalui ITTelkom, dan dalam pengembangannya mendapat bantuan Departemen Perindustrian melalui pembangunan UPT dan PDT. “Diharapkan dimasa depan, provinsi, kabupaten serta kalangan industri besar ikut berperan mengembangkannya,” ujarnya.

http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20275_1371858624517_1473308094_30966725_4891980_n.jpg

Targetkan 10 Prototipe per Tahun

Bandung Techno Park (BTP) berniat menjadi ‘kawah candradimuka’ produk-produk IT nasional. Targetnya, per tahun minimal ada 10 prototipe produk yang siap diadopsi industri yang lahir dari BTP.

Dengan target tersebut, BTP diharapkan bisa membantu menyerap investasi telekomunikasi di Indonesia untuk konten lokal. Saat ini investasi telekomunikasi di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 300 triliun, namun baru 5 persen di antaranya yang dimanfaatkan oleh konten lokal.

Demikian seperti diungkapkan oleh Penanggung Jawab BTP, Jangkung Raharjo, saat berbincang dengan detikINET Rabu (13/1/2009). “Kami hanya sampai proses prototipe. Untuk produksi masal kami serahkan kepada industri. Ya, minimal di tahun pertama ada 10 prototipe,” paparnya.

Meski demikian, Jangkung mengaku belum mempersiapkan skema kerjasama dengan tenant ataupun pelaku industri kecil menengah yang akan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh BTP ini. “Sudah banyak yang SMS ke saya untuk bisa bergabung. Terus terang saya belum memikirkan bagimana pola kerja samanya. Karena selama ini mereka gratis memanfaatkan fasilitas yang kita miliki,” ungkapnya.

Hak Paten

Rupanya program sejenis BTP sebelumnya telah digelar dnegan nama Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK). Kegiatan UPT TIK ini dilakukan sejak 2007 dengan bantuan dari Departemen Perindustrian RI dan didukung juga oleh Disperindag Jabar.

Selama ini kegiatan di UPT TIK telah menghasilkan beberapa prototipe yang beberapa di antaranya baru akan diajukan hak patennya. “Hasil yang kemarin sedang diusahakan hak patennya. Apakah kemudian diproduksi masal, itu tergantung dari industri. Itu kenapa kami juga menggandeng industri untuk terlibat aktif di sini,” tukasnya.

Jangkung berharap, BTP bisa menjadi wadah bisnis antara akademik, industri dan pemerintah. Akademisi bisa memberikan kontribusi berupa riset, pemerintah sebagai pembuat regulasi, sedangkan keuntungan finansial akan diperoleh industri sebagai penggerak roda ekonomi. “Kita bisa lakukan riset bersama dan sharing teknologi,” katanya.

Bukan Hanya Milik IT Telkom

Di akhir pembicaraan, Jangkung menegaskan bahwa BTP bukan hanya milik IT Telkom sendiri. Melainkan milik bersama dari masing-masing perguruan tinggi, bukan hanya di kawasan Jabar saja tapi juga di seluruh Indonesia.

Saat ini, model BTP sudah diterapkan di beberapa kota lainnya. Misalnya Cimahi dengan Cimahi Cyber City yang konsentrasi pada industri game dan animasi, Solo Techno Park yang fokus pada mesin dan Sragen yang menerapkan model balai latihan kerja.

“BTP ini bukan milik IT Telkom semata. Karena ilmu pengetahuan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Kami justru ingin merangkul yang lain seperti ITB, UI dan ITS. Masing-masing kampus memiliki keunikan dan kelebihan, kita bisa saling melengkapi,” tutupnya.

GANDENG UI DAN ITB

Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) tak akan sendiri saja dalam menggarap Bandung Techno Park (BTP). Mereka mengaku siap menggandeng Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Kami akan gandeng ITB dan UI untuk bergabung. Biar lengkap laboratorium yang ada,” ujar Penanggung Jawab BTP, Jangkung Raharjo usai peresmian pembangunan BTP di komplek kampus IT Telkom, Jalan Telekomunikasi, Kabupaten Bandung, Selasa (12/1/2009).

Saat ini, imbuhnya, BTP didukung oeh 42 laboratorium milik IT Telkom dan 215 peneliti dari IT Telkom. Dengan bergabungnya ITB dan UI, akan semakin menambah fasilitas serta hasil penelitian yang akan dihasilkan.

Menurut Jangkung, ITB memiliki kelebihan di bidang elektronika. Sedangkan UI memiliki laboratorium anechoic chamber untuk mengukur sinyal magnetik. Bahkan Jangkung pun melirik kampus lainnya di luar daerah Jabar seperti ITS Surabaya.

“Lab kami (IT Telkom – red) mungkin lab telekomunikasi yang paling lengkap. Kami punya 42 lab. Mulai dari lab GSM, CDMA serta lab-lab lainnya. ITB kuat di elektronika dan UI punya lab anechoic chamber. Atau ITS yang kuat di robotikanya. Kami akan perkaya resource yang ada,” ungkapnya.

2 Lembaga, 8 Fokus Bisnis

Saat ini ada dua lembaga yang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari BTP. Yang pertama adalah Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Teknologi (UPT TIK) dan Pusat Desain Telekomunikasi (PDT).

Dijelaskan oleh Jangkung, UPT TIK bertujuan untuk menumbuhkan dan membina industri kecil dan menengah di bidang ICT. Sedangkan PDT nantinya akan lebih
banyak kegiatan-kegiatan riset aplikatif.

Secara keseluruhan, Jangkung mengatakan, ada 8 fokus bidang bisnis BTP nantinya. Fokus itu, menurut pria yang juga menjabat Dekan Fakultas Elektro dan Komunikasi IT Telkom tersebut, adalah:

  • research and development
  • educational training
  • consultancy
  • facility provider
  • business mediation
  • information distribution
  • certification
  • production support

Lokasi BTP sendiri akan berada di kawasan pendidikan telkom. Rencananya akan dibangun 6 gedung yang menunjang BPT itu sendiri. “Ada 6 gedung nantinya. Gedung Utama, gedung research and development, gedung pelatihan, gedung pergudangan dan gedung untuk kegiatan pembinaan,” ungkapnya.

Biaya untuk membangun gedung utama, saat ini diperkirakan sekitar Rp 4 miliar. Sedangkan dana yang digelontorkan oleh Yayasan Pendidikan Telkom adalah sekitar Rp 6 miliar, ini mencakup untuk pembangunan gedung utama dan akses jalan sepanjang 400 meter.

“Mungkin Yayasan Pendidikan Telkom membangun gedung utama. Mungkin dari stakeholder yang lain akan membangun gedung yang lainnya,” katanya.

Bandung Techno Park, Siap Wujudkan Masyarakat Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah mendorong dunia menuju tatanan baru. Dimana, ekonomi akan terkonvergensi dengan informasi. “The Digital Lifestyle” dan “knowledge based economy” menjadi tantangan TIK di era konvergensi.

Di tengah persiapan pemerintah Jawa Barat menuju Jabar Cyber Province (JCP) tahun 2012, Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) bersama Departemen Perindustrian Republik Indonesia (Deperind RI) segera membangun Bandung Techno Park (BTP).

Keberadaan BTP diharapkan menjadi ICT (Information Communication Technology) Park yang berkontribusi dalam pembentukan Masyarakat Informasi Indonesia (MII) yang menggerakan roda ekonomi nasional di bidang Informasi dan Telekomunikasi. Penanggung Jawab BTP, Ir. Jangkung Raharjo, MT memaparkan,

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirqO3xHACwGmZkAVkk-ypmnlf0bC2CpLZxmTOUxvth0pcKjCEUifS4gPHo5Sy_ChvfqPAfBNAgytPWRLwUMQVFzo7T7XZ51g0hErzxoAO5dspzjD9fPEXxn2TpTThTwIPbOSZ8ofmEcX-y/s320/peran+Bandu+Techno+Park.JPG

“Sementara ini, ada dua lembaga yang dipersiapkan menjadi bagian dari BTP, yakni Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) dan Pusat Desain Telekomunikasi (PDT),”

Jelasnya, UPT TIK bertujuan untuk menumbuhkan dan membina industri kecil dan menengah (IKM) di bidang ICT. Dalam hal ini, Deperind memberikan sejumlah perangkat moderen di tahun 2007 hingga sekarang. Selama ini kegiatan UPT Telematika didukung oleh Desperindag Jabar. Di tahun 2009, IT Telkom kembali dipercaya Deperind RI untuk mengembangkan Pusat Disain Telekomunikasi (PDT) yang akan segera dibangun. Nantinya, aktivitas PDT sangat kental dengan kegiatan riset-riset aplikatif.

“Secara keseluruhan, ada 8 (delapan) fokus bidang bisnis BTP nantinya. Yakni Research ang Development (R&D), Educational Training, Consultancy, Facility Provider, Business Mediation, Information Distribution, Certification, dan Production Support,”

Jangkung Optimis, BTP akan menciptakan technopreneur di kalangan mahasiswa. BTP siap mewujudkan masyarakat informasi indonesia dengan membentuk tenaga ICT yang berkompeten dan berdaya saing .

Ihwal pembangunan BTP Jangkung menyampaikan, prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan Selasa (12/1).

“Lokasi BTP berada di Kawasan Pendidikan Telkom, Jalan Telekomunikasi Terusan Buah Batu Bandung.Rencananya akan ada enam gedung yang akan dibangun untuk menunjang BTP. Terdiri dari gedung utama, gedung Research and Development, gedung pelatihan, gedung pergudangan dan gedung untuk kegiatan pembinaan. Namun, sementara ini Yayasan Pendidikan Telkom baru mampu membangun satu gedung utama di atas tanah seluas 1000 meter persegi dan akses jalan masuk sepanjang 400 meter, dengan menghabiskan dana sekitar 6 milyar rupiah. Targetnya, tiga tahun kedepan BTP rampung secara keseluruhan” paparnya.

Sejak awal kepemimpinan Rektor IT Telkom Ir. Husni Amani, BTP sudah menjadi impian IT Telkom. Jangkung menilai, BTP meningkatkan kualitas dan kuantitas riset sehingga mempercepat terwujudnya World Class University yang dicanangkan 2017. Sementara ini, BTP didukung oleh 42 laboratorium IT Telkom.

Menurut jangkung, investasi telekomunikasi di Indonesia mencapai 300 Trilyun, dan sebanyak 5% baru dimanfaatkan konten lokal. Baginya hal itu sangat disayangkan. BTP Harus menangkap kesempatan itu. BTP bisa menjadi wadah bisnis antara akademik, industri dan pemerintah berupa riset bersama dan sharing teknologi. Dengan demikian, akademisi bisa memberi kontribusi berupa riset yang dibutuhkan pemerintah sebagai pembuat regulasi. Sedangkan keuntungan finansial akan diperoleh industri sebagai penggerak roda ekonomi.

Senada Jangkung, Dirjen Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi dalam sambutannya menyatakan,

“ Eksistensi BTP sudah bisa diantisipasi. Mengingat teknologi ICT semakin konvergen. Lihat saja teknologi NGN, baru juga dipasarkan sudah disusul teknologi yang dikenal dengan Long Term Evolution (LTE). Bahkan tahun 2015 nanti terdapat 1 trilyun device yang tergabung dalam Internet Protocol. Semua itu menjadi pertimbangan peluang bagi dunia telekomunikasi,”

Jangkung menegaskan, BTP bukan hanya milik IT Telkom. Perguruan tinggi lain juga bisa bergabung di BTP. Setiap perguruan tinggi tentunya memiliki keunggulan berbeda-beda. Setiap keunggulan bisa digabungkan untuk bersama-sama mengembangkan BTP. Ada ratusan industri kreatif di Jawa barat. Dan Bandung sering pula mendapat sebutan Bandung Kota Teknologi. Tentunya, BTP semakin memperkuat imej tersebut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAH3jPUPQvlCH84K0s492ooNTnu69zLcLGL-FXVR6RA7Kq3bl_U9BRu9FbaL4vNt-cVPRzT8JTpX3XJcMMENkZBREnpIp5RKpjtdE_19BcKNzAscUrYy9yjf79Q_EpX5p5t0iGC0na4jas/s320/DSC_0107.jpg

Pada Peresmian Pusat Desain Telekomunikasi dan Pencanangan Bandung Techno Park

Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) menggelar Peresmian Pusat Desain Telekomunikasi, sekaligus Pencanangan Pembangunan Bandung Techno Park, Selasa (12/1). Acara berlangsung pukul 09.30 WIB di Gedung Learning Center IT Telkom, Jalan Telekomunikasi Terusan Buah Batu Bandung.

Acara tersebut diawali dengan pembukaan dan doa. Kemudian dipuncak acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Barat dan Institut Teknologi Telkom tentang Pendirian Pusat Desain Telekomunikasi. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan penjelasan singkat mengenai Bandung Techno Park, sambutan Rektor IT Telkom, Ir. Husni Amani, MM., MSc, Sambutan Direktur Utama PT. Telkom Rinaldi Firmasyah, Sambutan Gubernur Jawa Barat, Sambutan Dirjen Industri Alat Transportasi & Telematika Deperin (Menteri Perindustrian). Komitmen bersama pembangunan Bandung Techno Park ditandai dengan peletakan batu pertama.

Rencananya, pembangunan Bandung Techno Park terdiri dari enam buah cluster yang terdiri dari Gedung utama, Gedung R&D, Gedung Training (UPT Telematika), dan beberapa ruang pembinaan. Gedung utama terdiri dari 3 lantai, berdiri di atas tanah seluas 1.000 meter persegi.

Bandung Techno Park merupakan kerjasama IT Telkom dengan Departemen Perindustrian Republik Indonesia. Sementara ini ada dua lembaga yang dalam waktu dekat akan dikembangkan di Bandung Techno Park yakni UPT Telematika dan Pusat Desain Telekomunikasi (PDT). Dari kerjasama ini, diharapkan Bandung Techno Park memberikan kontribusi penting dalam membentuk masyarakat informasi di Indonesia. Masyarakat informasi mampu mengelola dan memanfaatkan informasi bagi kesejahteraan dirinya.

Dengan demikian roda ekonomi nasional di bidang informasi dan telekomunikasi dapat bergerak dinamis. Bandung Techno Park juga menjadi katalis dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
Bandung Techno Park menghubungkan antara pihak akademik, bisnis dan pemerintah.

Hubungan kerjasama yang sinergis diantaranya akan meningkatkan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mencakup infrastruktur, aplikasi, konten, konteks dan regulasi. Hubungan antara dunia akademik- bisnis- pemerintah secara sinergi dalam mendukung pertumbuhan industri lokal melalu transfer teknologi, joint research dan dukungan regulasi. Pertumbuhan Industi Kecil-Menengah (IKM) berbasis Ilmu pengetahuan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus sebagai penguatan sendi IKM dari persaingan dalam arus perdagangan bebas.

Tingginya keperluan jumlah tenaga kerja dibidang ICT mengharuskan adanya media yang mampu menciptakan SDM TIK yang kompeten dan berdaya saing. Menumbuhkembangkan masyarakat yang mampu memanfaatkan TIK berarti meningkatkan pula kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, penanaman dan penyebarluasan budaya kepada masyarakat dalam pemanfaatan TIK di kehidupan sehari-hari harus terus ditingkatkan.

Nantinya, ada 8 (delapan) fokus aktivitas Bandung Techno Park yakni Research ang Development (R&D), Educational Training, Consultancy, Facility Provider, Business Mediation, Information Distribution, Certification, dan Production Support.Diharapkan, Bandung Techno Park dapat menciptakan tenaga ICT yang berkompeten dan berdaya saing serta menciptakan technopreneur di kalangan mahasiswa.

http://i257.photobucket.com/albums/hh205/poofybdg/BandungTechnoPark3.jpg

Sabtu, 12 Maret 2011

Printer Laser atau Printer Tinta



1 komentar
Printer menjadi salah satu bagian penting saat memerlukan output hardware dari computer. Printer yang digunakan adalah printer laser dan printer tinta. Printer laser dan printer yang berbasis tinta memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Jadi, printer mana yang sebaiknya kita pilih???

Printer laser dan printer tinta merupakan dua buah teknologi yang berbeda. Dua buah printer ini memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri dikarenakan penerapan teknologi mencetak yang berbeda.

Printer laser (toner-based laser printer) adalah printer yang menggunakan toner yang terbuat dari gabungan pewarna dan dry plastic powder.
Sedangkan printer tinta (liquid-injet printer)adalah printer yang menggunakan tinta untuk mencetak. Meskipun ada dua teknik untuk mengeluarkan/meneteskan tinta dari cartridge, keduanyamasih menggunakan bahan baku tinta.

Perbandingan Printer Laser dan Printer Tinta
1. Kecepatan cetak
Dalam hal kecepatan mencetak, jelas printer laser lebih unggul dibanding printer tinta. Printer laser biasanya digunakan pengguna dengan intensitas tinggi. Printer laser yang memiliki kemampuan duplex printing bisa menjadi sebuah fungsi penting dalam mencetak bolak-balik.
2. Kualitas cetak
Untuk mencetak teks, kedua printer memiliki kemampuan mencetak dengan hasil yang sama memuaskan dalam setting-an normal.
Sedangkan untuk mencetak image, apalagi foto, printer tinta lebih unggul daripad printer laser dikarenakan printer tinta dapat mencetak dengan kerapatan resolusi yang lebih baik.
3. Biaya
Penilaian dalam segi biaya oleh setiap individu sangatlah relative. Biaya pembelian printer tinta lebih murah disbanding printer laser. Hal ini yang menyebabkan banyak pengguna personal yang membeli printer ini karena harga belinya tidak lebih dari Rp 1 juta. Untuk isi ulangnya, printer tinta juga lebih murah. Dan yang tidak kalah penting adalah daya yang digunakan. Daya yang digunakan printer laser sekitar 300 watt (+ 10 x printer tinta). Printer laser unggul dari segi ongkos mencetak. Printer laser lebih murah.
4. Lain-lain
Selain tiga hal di atas masih ada beberapa pembanding yang tidak boleh dilupakan. Ukuran benda atau dimensi dari printer laser lebih besar. Hal ini menyebabkan penempatan printer laser memerlukan tempat yang lebih luas. Printer laser memiliki kemampuan dalam hal menampung kertas dalam jumlah yang lebih banyak dari printer tinta.

Dengan kemampuan mencetak yang lebih cepat, biaya cetak per lembar yang lebih murah, printer laser biasanya digunakan oleh pengguna dengan beban kerja yang banyak, seperti di perkantoran. Sedangkan printer biasanya digunakan oleh pengguna personal, seperti mahasiswa.

Dalam memilih sebuah printer yang harus deperhatikan hanyalah satu hal, yaitu karakter penggunaan printer. Untuk jenis penggunaan yang beragam dengan intensitas yang rendah, printer tinta merupakan sebuah pilihan yang baik. Sedangkan untuk penggunaan dengan intensitas yang tinggi, apalagi untuk mencetak teks dokumen dengan jumlah banyak dan hasil cetakan warna tidak menekan kualitas, maka printer laser lebih tepat untuk kebutuhan ini.

Rabu, 16 Februari 2011

Cara Membuat Wajan Bolic

Membuat Antena USB Wajan Bolic

created by . Fathurahman Alhikmah

Dimasa sekarang kita sudah tau jaringan tanpa kabel yaitu Wireless, jaringan ini sudah di legalkan oleh pemerintah pada tahun 2005.. dan sekarang untuk akses jaringan ini kita memerlukan perangkat keras berupa Akses point, WLAN, dan juga USB wi-fi yang bekerja pada frekwensi 2,4 Ghz.. dan apabila kos-kosan kita dekat area hotspot kita hanya memerlukan salah satu perangkat keras diatas, kl kos-kosan kita jauh gimana yah??,, sekarang kita membahas tentang cara membuat antena wajan bolic yang sekarang lagi naik daun. Antena wajan bolic bertujuan untuk memperhemat dana dari pada membeli antena grid atau yagi yang mahal itu, tapi bisa juga sih antena wajan bolic dibuat untuk mecrack keamanan ISP.kekeke langsung saja kita ke topik permasalahan yaitu :

- persiapan : Penggaris, Solder, Bor, gergaji

- bahan : USB Wi-fi, Wajan, Pipa 3 dim, Dop 3 dim 2 pasang, Alumunium Foil, Mur dan Baut, Double tape, Lakban, kabel UTP 15 m, Kabel USB

sekarang kita mulai pembuatannya,

pertama-tama wajan kita ukur panjang diameternya, setelah itu ukur kedalaman wajan.. kemudian kita hitung untuk mengetahui batas feeder pada pipa

Rumus untuk feeder :f = D^2 / (16*d)
keterangan wajan

setelah kita mengetahui batas feeder pada pipa kita memulai melubangi wajan dengan Bor untuk menempelkan Dop pipa nantinya dengan baut dan mur, pada pipanya kita lubangi yang dimana nantinya kita memasang USB wi-fi nya, untuk rumus melubangi pipa dan tinggi USB Wifi dapat dilihat disini

setelah kita sudah mengikuti langkah-langkah tersebut maka kita mulai memasang Alumunium Foil pada Pipa dengan ketentuan batas feeder bebas alumunium foil.. dan jangan lupa dop satunya dikasih alumunium foil juga pada dasarnya, nah setelah selesai pemasangan alumunium foil maka kita lanjutkan dengan pemasangan pipa ke wajan ^_^ setelah itu langkah terakhir pada kabel UTP kita modifikasi dengan kabel USB, untuk modifikasi kabel dapat dilihat pada gambar

Kabel USB

kabel UTP

Modifikasi

modifikasi kabel selesai trus tinggal pasang deh ^_^
hasilnya akan seperti ini kira-kira.hehe

Hasil

gambar-gambar ini diambil dari galerynya pak goen, makasih pak goen

Template by : kendhin x-template.blogspot.com